Penyebab Witsel Lebih Pilih China Dibanding Juve

Axel Witsel yang telah ambil keputusan untuk terima tawaran dari klub asal China, Tianjin Quanjian, dikritik sebab dirinya telah menolak Juventus. Namun, Witsel miliki sebab tersendiri untuk hal tersebut.

Witsel sesungguhnya telah lama dihubungkan dengan Juve. Pada musim panas kemarin, Witsel malah hampir hijrah sebelum Zenit St Petersburg mengadangnya sebab mereka tidak temukan pemain pengganti.

Setelah dibikin kesal oleh Zenit, Witsel sering kali tegaskan kalau kariernya berada di Juve dan cepat atau lambat ia bakal masuk ke sana. Namun, tidak ada yang pasti di dunia sepakbola, sama halnya dengan hal yang dukatakan oleh Witsel.

Saat para media gencar memberitakan kalau Witsel akan pindah ke Turin pada bulan Januari ini, secara tiba-tiba saja klub China yang baru promosi ke ajang Liga Super, Tianjin Quanjian, memberi penawaran pada si pemain.

Menawarkan bayaran sebesar 18 juta euro per musim pada akhirnya membuat hati Witsel luluh pada akhirnya tepikan Juve dan lebih pilih Quanjian. Keputusan tersebut kemudian dikritik keras.

Sebab Witsel masih pada umur yang gemilang untuk seorang pemain sepakbola yaitu 27 tahun dan tampil di Eropa dapat jaga posisinya di skuat Tim nasional Belgia. Namun, Witsel menolak dinilai sebagai pemain ygn gila uang.

Keputusan yang ia ambil untuk pindah ke China cuma karena ingin mencari suasana dan rintangan yang sungguh masih baru, sama seperti ketika ia memilih gabung ke Zenit di sejumlah musim yang telah lalu saat ditargetkan oleh banyak klub besar Eropa.

“Kontroversi yang sama pun hadir saat saya memilih bergabung dengan Zenit,” ucap Witsel.

“Orang-orang dapat menulis atau ucapkan apa yang mereka inginkan, saya memang tak dapat menjadi pemain yang di sorot. Ini pun menjadi penyebab gaya hidup. Saya optimis kalau ini bakal menambah pengalaman baik untuk saya dan keluarga,” lanjutnya.

“Suatu hari anak-anak saya dapat mengatakan kalau mereka sempat tinggal di China dan Rusia,” kata Witsel.

Leave a Reply